Server Rumah Sakit: Urutan, Hardware, dan Software
1. Urutan Membuat Server di Rumah Sakit
- Analisis Kebutuhan dan Perencanaan
- Tentukan tujuan server (rekam medis, manajemen pasien, dsb).
- Hitung kapasitas penyimpanan dan jumlah pengguna.
- Tentukan standar keamanan dan regulasi.
- Penentuan Spesifikasi Hardware
- Jenis server (rackmount, tower, blade).
- Prosesor (Intel Xeon, AMD EPYC, dll).
- RAM minimal 16GB atau sesuai kebutuhan.
- Storage: SSD untuk OS & database, HDD untuk backup.
- Perangkat jaringan: NIC Gigabit, switch, kabel CAT6/7.
- UPS untuk daya cadangan.
- Pemilihan Software Server
- Sistem operasi (Windows Server, Linux).
- Database (MySQL, PostgreSQL, MS SQL Server).
- Aplikasi Rumah Sakit (OpenMRS, Bahmni, custom).
- Backup dan antivirus.
- Pengadaan dan Instalasi Hardware
- Pasang server di ruang server aman dan sejuk.
- Pasang perangkat jaringan dan UPS.
- Instalasi dan Konfigurasi Software
- Install OS, update, database, aplikasi.
- Konfigurasi user, keamanan, backup.
- Pengujian Sistem
- Uji koneksi, performa, dan keamanan.
- Pelatihan dan Implementasi
- Latih staff dan jalankan implementasi bertahap.
- Pemeliharaan dan Dukungan
- Monitor, update, dan backup rutin.
2. Hardware yang Dibutuhkan
| Perangkat | Keterangan |
|---|---|
| Server fisik | Server rack/tower dengan prosesor Xeon/EPYC |
| RAM | Minimal 16GB, sesuai kebutuhan pengguna |
| Storage | SSD untuk OS & database, HDD untuk backup |
| Switch jaringan | Gigabit Ethernet dengan jumlah port sesuai perangkat |
| Kabel jaringan | CAT6 atau CAT7 |
| UPS | Daya cadangan saat listrik mati |
| Pendingin ruang server | AC khusus server atau pendingin ruangan |
| Router | Koneksi jaringan internal dan eksternal |
| Firewall hardware (opsional) | Keamanan jaringan |
3. Software yang Dibutuhkan
| Software | Keterangan |
|---|---|
| Sistem Operasi Server | Windows Server atau Linux (Ubuntu Server, CentOS) |
| Database Server | MySQL, PostgreSQL, atau MS SQL Server |
| Aplikasi Rumah Sakit | OpenMRS, Bahmni, atau sistem custom-built HIS |
| Backup Software | Bacula, Veeam, Acronis, atau backup bawaan OS |
| Antivirus & Firewall | Bitdefender, Sophos, atau firewall bawaan OS |
| Monitoring Tools | Nagios, Zabbix, atau PRTG |
Setelah Membuat Halaman Informasi
1. Persiapan Fisik dan Infrastruktur
- Pastikan ruang server sudah siap (aman, suhu terjaga, bebas debu).
- Siapkan listrik cadangan (genset dan UPS) supaya server tidak mati mendadak.
- Pasang jaringan kabel LAN yang rapi dan terstruktur.
- Beli dan pasang server sesuai spesifikasi.
- Pasang switch, router, dan perangkat jaringan lainnya.
- Hubungkan semua perangkat sesuai topologi jaringan yang direncanakan.
- Instal OS server (contoh: Windows Server atau Ubuntu Server).
- Lakukan update patch keamanan dan stabilitas OS.
- Instal database server dan aplikasi rumah sakit (HIS).
- Konfigurasi firewall dan antivirus agar server terlindungi.
- Atur IP statis untuk server.
- Setup DNS lokal jika perlu.
- Atur hak akses pengguna (dokter, perawat, admin) sesuai peran.
- Uji koneksi dari komputer klien di rumah sakit ke server.
- Pasang sistem backup otomatis (harian atau mingguan).
- Pasang monitoring tools untuk memantau kesehatan server dan jaringan.
- Buat jadwal maintenance rutin.
- Latih staf rumah sakit menggunakan sistem baru.
- Mulai implementasi secara bertahap, awasi penggunaan dan tangani masalah yang muncul.
- Update software secara berkala.
- Lakukan backup dan recovery secara rutin.
- Berikan support teknis saat ada masalah.